Keistimewaan Pura Luhur Poten Di Kaki Gunung Bromo

Pura Luhur Poten, Tempat Ibadah Masyaraka Beragama Hindu Di Kaki Gunung Bromo

Keistimewaan Pura Luhur Poten Di Kaki Gunung Bromo – Hamparan pasir luas yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung  Bromo dan dikelilingi oleh pegunungan yang menjulang tinggi, terdapat di tengah hamparan pasir sebuah tempat singgah Dewa Brahma atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang merupakan dewa yang dipuja oleh umat beragama Hindu.

Pura Luhur Poten merupakan salah satu tempat ibadah suku tengger yang beragama hindu, para wisatawan yang berwisata ke Bromo dengan menggunakan jasa paket wisata bromo sebagian besar juga mengunjungi pura satu ini. Tempatnya yang berada di bawah kaki Gunung Bromo menjadi tempat ibadah yang sakral dan suci bagi Suku Tengger yang beragama Hindu, Suku Tengger sendiri merupakan salah satu penduduk asli kawasan Taman  Nasional Gunung Bromo. Pura Tersebut juga setiap tahunnya digunakan oleh Suku Tengger untuk melaksanakan upacara adat yaitu Upacara Yadya Kasada atau upacara adat Kasado.

Keistimewaan Pura Luhur Poten Di Kaki Gunung Bromo

Pura Luhur Poten yang berdiri sejak tahun 2000 menjadi tempat pemujaan Dewa Brahma yang agung bagi masyarakat beragama Hindu, Dewa Brahma sendiri telah menjadi nama gunung yang cukup terkenal yaitu Gunung Bromo. Pura Luhur Poten sediri memiliki struktur bangunan yang dibagi menjadi 3 bagian atau mandala.

Di setiap bagian atau mandala di Pura Luhur Poten menjadi tempat berlangsungnya ibadah umat Hindu maupun untuk pelaksanaan upacara adat. Diantaranya Padma atau tempat pemujaan, Mandala Madya (tengah) sebagai tempat untuk persiapan ketika akan melakukan ibadah atau upacara adat, kemudian Mandala Nista (depan) yaitu tempat peralihan dari dalam keluar pura yang terdapat bangunan candi dan lain sebagainya. Keistimewaan Pura Luhur Poten Di Kaki Gunung Bromo

Keadaan Sekitar Pura Luhur Poten

Bangunan sekitar Pura Luhur Poten umumnya terdiri dari bangunan candi bentar yang menjadi pintu keluar atau masuk dengan menggunakan bangunan arsitektur dari Jawa dan Bali. Sebagian besar bangunan Pura Luhur Poten Sendiri menghadap ke barat, dan pintu masuknya melalui bagian timur pura. Ketika melakukan persembahan atau upacara adat akan dilaksanakan menghadap ke timur tepatnya di arah matahari terbit.

Suku Tengger percaya bahwa Pura yang menjadi tempat ibadahnya merupakan tempat tinggal dari Isa Sang Hyang Widhi Wasa yang merupakan perwujudan dari Dewa Brahma yang agung, seperti yang dipercayai oleh ajaran Hindu Dewa Brahma merupakan salah satu dewa dari 3 dewa besar setelah Dewa Siwa dan Dewa Wisnu. sumber https://paket-bromo.net/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *